Snaps on MBTI #1

sunset-1207326_1280

Bismillahirrahmaanirrahiim…

MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) merupakan suatu alat ukur kepribadian yang dikembangkan pada 1940-an oleh Isabel Briggs Myers. Sebelumnya, teori mengenai tipe kepribadian ini telah diperkenalkan oleh Carl G. Jung pada 1920-an. Terlepas dari pro-kontra mengenai MBTI, rasanya tipe kepribadian berdasarkan empat huruf ini tidak asing lagi. Ada banyak alat tes daring yang bisa digunakan jika Anda penasaran untuk mengetahui tipe kepribadian.

Saya sendiri mengenal MBTI beberapa tahun lalu dari ask.fm. Setelah itu iseng melakukan tes sendiri dan mendapatkan hasil INTP (tapi jauh sebelum itu, saya pernah melakukan tes tanpa paham MBTI itu apa, dengan hasil INFP). Beberapa waktu setelah itu, terutama pada tahun 2016, saya mengenal MBTI lebih dalam melalui situs-situs tertentu walaupun tidak bisa dikatakan mahir juga. Yang lebih mahir tentu saja mereka yang memiliki latar belakang Psikologi. Jadi jika ada penyampaian saya yang keliru, saya mohon maaf dan mohon koreksinya juga.

Tipe kepribadian MBTI terdiri dari 16 tipe kepribadian yang masing-masingnya dikodifikasi menggunakan deretan empat huruf. Empat huruf ini disusun dari kombinasi empat kriteria berikut:

  • Introverted/Extroverted : apakah Anda tipe introvert (mendapatkan energi dengan menghabiskan waktu sendirian) atau ekstrovert (mendapatkan energi dengan berkumpul bersama orang lain)
  • Intuitive/Sensing : apakah Anda tipe yang intuitif (menyenangi ide dan sesuatu yang abstrak) atau sensing (cenderung menyukai sesuatu yang konkret, bisa diindera dan praktis)
  • Feeling/Thinking : apakah Anda cenderung menggunakan perasaan atau pikiran
  • Judging/Perceiving : apakah Anda cenderung merencanakan sesuatu atau fleksibel dan terbuka dengan berbagai pilihan

Sehingga jika masing-masing komponen ini dikombinasikan, akan diperoleh 16 tipe yaitu:

INTJ – INTP – ENTJ – ENTP

INFJ – INFP – ENFJ – ENFP

ISTJ – ISFJ – ESTJ – ESFJ

ISTP – ISFP – ESTP – ESFP

Ini merupakan pemahaman MBTI yang sederhana, yang biasanya digunakan dalam menjelaskan hasil tes daring. Namun, dari tulisan-tulisan yang saya baca, saya mendapat kesimpulan bahwa penafsiran seperti itu kurang menggambarkan tipe kepribadian secara keseluruhan. Jika saya INTP, misalnya, bukan berarti saya orang introvert yang senang berkhayal, berpikir, dan cenderung fleksibel saja, melainkan lebih kompleks daripada itu. Hal inilah yang menyebabkan sebagian orang yang mendalami MBTI cenderung menggunakan fungsi kognitif untuk menjelaskan tipe MBTI tertentu.

Fungsi kognitif merupakan cara seseorang untuk menerima dan menilai sesuatu. Ini telah digagas sebelumnya oleh Jung, salah seorang ahli psikologi yang juga terkenal dengan istilah kesadaran kolektif. Berdasarkan teori fungsi kognitif, ada beberapa istilah yang artinya sebagai berikut:

  • Extroversion: sikap dalam mendefinisikan diri sendiri sesuai dengan standar yang berlaku di dunia luar
  • Introversion: sikap dalam mendefinisikan dunia luar berdasarkan standar diri
  • Intuision: persepsi terhadap lingkungan secara abstrak
  • Sensing: persepsi terhadap lingkungan secara konkret
  • Thinking: penilaian tanpa memandang pribadi seseorang
  • Feeling: penilaian dengan memandang pribadi seseorang

Fungsi kognitif juga dapat dibagi menjadi dua kategori: perceiving dan judging. Yang termasuk dalam fungsi perceiving  adalah intuition dan sensing, sedangkan yang termasuk dalam fungsi judging adalah thinking dan feeling. Masing-masing fungsi  dapat bergerak ke arah luar (ekstrovert) maupun ke arah dalam (introvert).

Sehingga jika kita menggunakan konsep ini, diperoleh fungsi kognitif sebagai berikut:

  • Extroverted thinking (Te)
  • Extroverted feeling (Fe)
  • Extroverted sensing (Se)
  • Extroverted intuiting (Ne)
  • Introverted thinking (Ti)
  • Introverted feeling (Fi)
  • Introverted sensing (Si)
  • Introverted intuiting (Ni)

Dalam menentukan apakah seseorang memiliki suatu tipe tertentu, fungsi-fungsi ini memiliki dominasi dan urutan yang berbeda dalam mendasari bagaimana seseorang mempersepsi dan menilai segala sesuatu. Ada fungsi dominant, auxiliary, third, dan inferior. Saya khawatir kalau dibahas di sini jadinya terlalu panjang, jadi insya Allah dibahas pada tulisan berikutnya. Mohon doanya supaya konsisten :).


Referensi:

Idiot’s Guide to MBTI

https://en.wikipedia.org/wiki/Jungian_cognitive_functions

http://www.myersbriggs.org/

Advertisements

8 thoughts on “Snaps on MBTI #1

      1. Sip! Langsung praktik ya.. 🙂 Saran saya: (1) coba lagi beberapa kali, dg waktu yng berbeda/acak. Kalau cuma sekali coba, hasilnya kadang meragukan. (2) waktu tes, emosi mesti stabil. Kalau terlalu gembira/sedih/lg ada masalah hasilnya ikut beda. Saya tes 4x, yang satu hasilnya beda, sedikit meleset dr haail tipe sebelumnya. Waktu itu sy terlalu happy.. (3) mesti jujur jawabnya. See: Lack of objectivity.

        The accuracy of the MBTI depends on honest self-reporting. Unlike some personality questionnaires, such as the 16PF Questionnaire, the Minnesota Multiphasic Personality Inventory, or the Personality Assessment Inventory, the MBTI does not use validity scales to assess exaggerated or socially desirable responses. As a result, individuals motivated to do so can fake their responses, …

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s