Snaps on MBTI #2

sunset-1207326_1280

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Pada postingan sebelumnya, saya sudah membahas pengantar MBTI. Kita tahu ada 16 tipe yang didasarkan pada kombinasi berbagai fungsi kognitif. Kita juga sudah kenal dengan delapan fungsi kognitif beserta arah introversi maupun ekstroversinya. Pada tulisan ini, saya akan mencoba menjelaskan masing-masing fungsi kognitif.

Thinking

Extraverted thinking (Te)

Extraverted thinking (Te) merupakan fungsi berpikir yang sifatnya objektif dan melibatkan penalaran induktif (berangkat dari bukti menuju suatu kesimpulan). Biasanya fungsi ini sangat menghargai fakta, organisasi, dan hierarki. Te juga lebih menyukai data yang konkret dan empiris. Selain itu, Te memiliki tujuan yang jelas serta merancang langkah-langkah untuk mencapai tujuan itu dengan jelas pula.

Introverted thinking (Ti)

Introverted thinking (Ti) merupakan fungsi berpikir yang sifatnya subjektif dan melibatkan penalaran deduktif (menalar premis untuk mencapai kesimpulan yang logis). Ti menyukai ide-ide umum mengenai suatu fenomena dan menjelaskan persoalan logis dengan informasi subjektif. Selain itu, Ti sangat analitis dan senang memahami prinsip yang mendasari segala sesuatu.


Feeling

Extraverted feeling (Fe)

Extraverted feeling (Fe) merupakan fungsi perasaan yang memperhatikan hubungan dan kesamaan dengan orang lain. Bisa dikatakan Fe sangat menghargai kesopanan, etiket, dan standar moral yang disepakati bersama. Dalam individu, Fe menunjukkan sikap siap sedia dengan kebutuhan orang lain, bahkan terkadang bersifat keibuan. Fe cenderung mencari harmoni dengan orang-orang di sekitarnya, sehingga kadang terlihat seperti ‘tidak berprinsip’.

Introverted feeling (Fi)

Introverted feeling (Fi) merupakan fungsi perasaan yang sangat terkait dengan keotentikan, nilai-nilai pribadi, dan individualitas. Hal ini karena Fi berfokus ke dalam sehingga mereka dengan Fi yang dominan atau auksilier bisa saja enggan berbagi nilai tersebut, atau malah tak acuh dengan hal-hal yang tidak menarik perhatiannya. Karena itu, Fi kadang terlihat individualis dan enggan berkompromi.


Sensation

Extraverted sensation (Se)

Extraverted sensation (Se) merupakan fungsi pengindera yang mempersepsikan fenomena secara realistis dan konkret. Mirip dengan Te, Se juga peduli dengan fakta, tetapi bukan untuk memenuhi kebutuhan atau kepuasan logis, melainkan untuk memperoleh kesenangan psikologis. Se cenderung tidak terlalu memperhatikan makna tersembunyi dari sesuatu. Pengguna fungsi Se biasanya memiliki selera yang tinggi, menyenangi keindahan atau kelezatan, atau justru menyukai tantangan yang memicu adrenalin.

Introverted sensation  (Si)

Introverted sensation  (Si) merupakan fungsi pengindera yang bersifat subjektif. Si sering dikatakan senang membandingkan hal-hal yang dialaminya saat ini dengan masa lalu, serta sangat detail dengan hal tersebut, sehingga pengguna Si dapat dikatakan teliti dan mematuhi prosedur dalam melakukan sesuatu. Bagi Si, sesuatu yang telah teruji oleh pengalaman tidak dapat mengalahkan hal-hal baru yang belum ada buktinya, sehingga cenderung mengikuti tradisi dan kebiasaan.


Intuition

Extraverted intuition (Ne)

Extraverted intuition (Ne) merupakan tipe intuisi yang bergerak ke arah luar dan bersifat objektif, sehingga cenderung terlihat seperti brainstromer atau orang yang senang memeriksa berbagai kemungkinan untuk situasi tertentu. Karena itu, Ne dikenal sulit memutuskan dan ‘mengawang’ karena berfokus bukan pada yang sedang terjadi, melainkan pada apa yang akan terjadi.

Introverted intuition (Ni)

Introverted intuition (Ni) merupakan intuisi yang bergerak ke arah dalam dan bersifat subjektif. Fungsi ini merupakan fungsi yang sulit dijelaskan karena saking abstrak dan tersembunyinya. Ni memiliki kemampuan untuk mengaitkan berbagai sumber fenomena untuk membentuk suatu pandangan, atau visi. Karena kemampuannya untuk mensintesis satu visi dengan mencari keterkaitan antara satu hal dengan hal lain, Ni terkadang dikenal sebagai ‘peramal’ dengan kemampuannya untuk membayangkan sesuatu di masa depan.

Cukup sekian untuk seri Snaps on MBTI #2. Alhamdulillah, bisa memenuhi janji untuk melanjutkan tulisan ini. Semoga saya bisa komitmen sampai selesai.


Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Jungian_cognitive_functions

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s