Sekilas tentang Vaksinasi MR

syringe-1974677_960_720

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Vaksinasi MR (measles-rubella/campak dan rubella) menjadi salah satu topik hangat belakangan ini. Yah, memang Pemerintah Indonesia sedang menggalakkan kampanye vaksinasi MR yang dibagi menjadi dua fase:

  • Fase I (Agustus – September 2017) di enam provinsi di Pulau Jawa (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta). Sasarannya adalah >35 juta anak-anak berusia 9 bulan – 5 tahun.
  • Fase II (Agustus – September 2018) di 28 provinsi di luar Pulau Jawa (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua)

Pemberian vaksin MR tambahan ini diberikan kepada semua anak Indonesia tanpa mempertimbangkan status vaksinasi campak atau MMR (measles, mumps, rubella = campak, gondongan, dan rubella) sebelumnya. Adapun kampanye fase I dibagi menjadi 2 periode:

  • 1 Agustus dan seterusnya (untuk anak sekolah usia 6-15 tahun; vaksin diberikan di sekolah)
  • 1 – 30 September (untuk anak berusia 9 bulan – 5 tahun; vaksin diberikan di Posyandu dan Puskesmas)

Oke, sebelum membahas vaksinasi ini lebih lanjut, baiknya kita kenali dulu campak, rubella, dan perbedaan antara keduanya.

Campak

1150_lores
sumber: https://phil.cdc.gov/phil/details.asp?pid=1150

Campak seringkali identik dengan gejala demam dan warna kemerahan pada kulit, tetapi sebenarnya penyakit ini tidak bisa dianggap remeh. Campak ditularkan oleh virus dan sangat mudah menular melalui batuk dan bersin.

Campak ditandai oleh gejala seperti berikut:

  • demam tinggi
  • bercak kemerahan pada kulit, disertai dengan
  • batuk dan/atau pilek
  • konjungtivitis

Serta dapat berbahaya jika disertai komplikasi sebagai berikut:

  • pneumonia
  • diare
  • meningitis

Dan juga dapat berakhir pada kematian.

Wabah campak dapat terjadi jika cakupan imunisasi di suatu area rendah serta kekebalan kelompok tidak terbentuk. Jika seseorang terkena campak, 90% orang yang berinteraksi erat dengan penderita dapat tertular jika mereka tidak memiliki kekebalan terhadap campak. Kekebalan terhadap campak dapat diperoleh dari vaksinasi maupun infeksi campak.

Rubella

PHIL_4513_lores
sumber: https://www.cdc.gov/rubella/about/photos.html

Rubella merupakan penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan (belum memiliki kekebalan atau memiliki kekebalan yang rendah). Namun, jika rubella menyerang wanita hamil trimester pertama, dikhawatirkan terjadi kecacatan pada janin (efek teratogenik) seperti:

  • keguguran
  • kematian janin
  • sindrom rubella kongenital (congenital rubella syndrome/CRS)

Penyebab rubella adalah togavirus jenis rubivirus. Virus ini cepat mati oleh sinar UV, bahan kimia, bahan asam, dan pemanasan. Efek teratogen dapat terjadi karena virus rubella  ini dapat melalui sawar plasenta.

Penyakit rubella ditularkan melalui saluran pernapasan pada saat batuk atau bersin. Masa penularan diperkirakan terjadi pada 7 hari sebelum hingga 7 hari sesudah timbulnya bercak kemerahan. Masa inkubasi rubella berkisar antara 14-21 hari.

Gejala dan tanda rubella antara lain:

  • demam ringan (37,2°C)
  • bercak merah makulopapular disertai pembesaran kelenjar getah bening di belakang telinga, leher belakang, dan suboksipital

Pada anak, rubella sering hanya menimbulkan gejala demam ringan atau bahkan tanpa gejala. Pada wanita dewasa, rubella sering menimbulkan nyeri atau radang sendi. Pada wanita hamil, rubella dapat menyebabkan abortus (keguguran) atau bayi lahir dengan CRS, dengan bentuk kelainan sebagai berikut:

  • kelainan jantung
  • kelainan pada mata, seperti katarak kongenital
  • kelainan pendengaran
  • kelainan pada sistem saraf pusat, seperti retardasi mental, mikrocephalia
  • kelainan lain

Vaksin MR

Vaksin MR terdiri dari kombinasi vaksin campak atau Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella. WHO merekomendasikan pengenalan vaksin MR di negara yang telah menggunakan 2 dosis vaksin campak dalam program imunisasi rutin.

Vaksin MR adalah vaksin hidup yang dilemahkan, berupa serbuk kering dengan pelarut dalam kemasan 10 dosis per vial.

Meski bermanfaat, vaksin MR tidak boleh diberikan pada keadaan berikut:

  • individu yang sedang menerima terapi kortikosteroid, imunosupresan, dan radioterapi
  • wanita hamil
  • leukemia, anemia berat, kelainan darah lainnya
  • kelainan fungsi ginjal berat
  • dekompensasi jantung
  • setelah pemberian gamma globulin atau transfusi darah
  • riwayat alergi terhadap komponen vaksin (neomisin)

Serta pemberian vaksin MR ditunda pada keadaan seperti:

  • demam
  • batuk pilek
  • diare

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Menurut Buku Petunjuk Teknis Kampanye dan Introduksi MR tahun 2017,  KIPI merupakan kejadian medik yang diduga berhubungan dengan imunisasi. Kejadian ini dapat berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan.

Adapun KIPI yang dapat terjadi pascapemberian vaksin MR dapat terkait dengan reaksi simpang (adverse reaction) seperti:

  • reaksi lokal (nyeri, bengkak, kemerahan di lokasi suntikan; dapat sembuh dengan sendirinya)
  • reaksi sistemik (ruam, demam, malaise; dapat sembuh dengan sendirinya)
  • reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis; dapat terjadi pada setiap orang terhadap setiap obat, dapat diatasi dengan penanganan yang tepat dan cepat)

Selain itu, dapat terjadi reaksi kecemasan pada seseorang yang akan divaksinasi (karena khawatir atau takut dengan jarum suntik, misalnya).

Keamanan dan kehalalan vaksin

Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi WHO dan memiliki izin edar dari BPOM. Vaksin ini aman dan telah digunakan di >141 negara di dunia (sumber).

Mengenai kehalalan vaksin, vaksin ini belum diajukan untuk mendapatkan sertifikasi halal, tetapi diklaim bebas dari komponen babi (sumber).

Rekomendasi MUI mengenai pelaksanaan vaksinasi MR

Merujuk surat dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) nomor UM.01.05/4/1172/2017 tanggal 21 Juli, perihal Mohon Dukungan dalam Rangka Kampanye dan Introduksi Imunisasi Measles Rubella (MR) tahun 2017 dan 2018, MUI mengeluarkan tujuh rekomendasi (sumber).

  1. Pemerintah wajib menjamin pemeliharaan kesehatan masyarakat, baik melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif.
  2. Pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin Measles Rubella (MR) halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat.
  3. Komisi Fatwa mendukung pelaksanaan program imunisasi sebagai salah satu ikhtiar untuk menjaga kesehatan, dengan menggunakan vaksin yang halal.
  4. Pemerintah wajib segera mengimplementasikan keharusan sertifikasi halal seluruh vaksin yang digunakan termasuk vaksin Measles Rubella (MR) yang akan digunakan, serta meminta produsen untuk segera mengajukan sertifikasi halal terhadap produk vaksin.
  5. Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin Measles Rubella (MR) yang halal dan melakukan sertifikasi halal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
  6. Pemerintah bersama tokoh agama dan masyarakat perlu melakukan sosialisasi pelaksanaan imunisasi secara umum termasuk rencana pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR).
  7. Orang tua dan masyarakat perlu berpartisipasi menjaga kesehatan, termasuk dengan memberikan dukungan pelaksanaan imunisasi program termasuk imunisasi Measles Rubella (MR) yang akan dilaksanakan.

Demikian informasi yang dapat saya sarikan dari beberapa sumber. Jika ada kekeliruan atau tambahan dari pembaca yang lebih berpengalaman, saya menerima koreksi dan masukan dengan senang hati.

Wallahu a’lam bishshawab.


Referensi:

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI. 2017. Petunjuk Teknis Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR). Dapat diakses di http://www.searo.who.int/indonesia/topics/immunization/petunjuk_teknis_kampanye_dan_introduksi_mr.pdf

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/kampanye-imunisasi-rubela-campak-di-pulau-jawa-agustus-september-2017

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/imunisasi-campak-rubella-mr

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/daftar-pertanyaan-seputar-imunisasi-campak/measles-dan-rubella-mr

http://jogja.tribunnews.com/2017/08/01/vaksin-mr-sudah-diakui-who-bpom-serta-diperbolehkan-mui

https://kumparan.com/salmah-muslimah/ribut-ribut-vaksin-ini-fatwa-mui-soal-imunisasi

http://www.jawapos.com/read/2017/08/01/148010/tujuh-rekomendasi-mui-dalam-pelaksanaan-imunisasi-campak-rubella

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s