Mengenal Nitrazepam (Dumolid)

mental-health-2211184_1920

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Kasus yang belakangan ini santer terdengar di televisi membuat obat bernama Nitrazepam atau yang dikenal dengan merek Dumolid ini menjadi perhatian sebagian masyarakat. Sebagian orang menganggap Nitrazepam sebagai narkotika, meski sebenarnya lebih tepat jika dianggap bahwa Nitrazepam termasuk golongan psikotropika. Lantas, apa itu Nitrazepam dan bagaimana bisa ia memberikan efek yang berbahaya?

download (1)

Nitrazepam: Narkotika atau Psikotropika?

Di Indonesia, narkotika dan psikotropika diatur dalam dua ketentuan terpisah: UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan UU No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. Dari kedua UU tersebut, kita dapat memperoleh pengertian yang berbeda dari keduanya:

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang ini.

sedangkan,

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Nah, jika kita menilik kedua undang-undang ini, maka Nitrazepam telah diklasifikasikan sebagai Psikotropika Golongan IV.

Nitrazepam.svg

Bagaimana cara kerja Nitrazepam?

Dalam ilmu Farmakologi, Nitrazepam dikenal sebagai salah satu obat golongan benzodiazepin dengan efek sedatif-hipnotik. Cara kerjanya dengan beraksi pada reseptor GABA-A (salah satu reseptor senyawa kimia pada otak), sehingga mengakibatkan penurunan aktivitas sel saraf pusat.

Apa efek Nitrazepam dan untuk apa obat ini digunakan?

Efek Nitrazepam antara lain:

  • mengurangi rasa cemas
  • sedasi (sebagai obat penenang)
  • hipnosis (rasa kantuk)
  • anestesi
  • antikonvulsan (antikejang)
  • muskulorelaksan (relaksasi otot)

Sehingga Nitrazepam dapat digunakan sebagai:

  • terapi pada gangguan kecemasan maupun serangan panik
  • terapi pada insomnia dan gangguan tidur lainnya
  • relaksasi otot
  • terapi tambahan pada pemberian anestesi
  • terapi pada kejang

Apa saja efek samping dari penggunaan Nitrazepam?

Efek samping yang dapat terjadi pada penggunaan Nitrazepam antara lain:

  • ataksia dan bingung terutama pada pasien lansia,
  • vertigo,
  • amnesia,
  • ketergantungan.

Apakah Nitrazepam menyebabkan toleransi dan ketergantungan? Apa beda antara keduanya?

Toleransi merupakan penurunan respons tubuh terhadap obat setelah penggunaan/konsumsi berulang. Hal ini kerap terjadi pada penggunaan obat-obat penenang seperti Nitrazepam ini. Pemakaian Nitrazepam secara terus-menerus menyebabkan tubuh seseorang menjadi ‘terbiasa’ terhadap obat tersebut, sehingga membutuhkan dosis yang lebih tinggi lagi untuk mencapai efek yang biasanya diperoleh. Semakin tinggi dosis obat, semakin besar pula kemungkinan seseorang untuk mengalami toksisitas (keracunan) obat.

Sementara itu, ketergantungan merupakan perubahan keadaan psikologis yang membutuhkan pemberian obat secara terus-menerus untuk mencegah terjadinya sindrom penarikan / ‘sindrom putus obat’. Dalam hal ketergantungan terhadap obat-obat penenang seperti Nitrazepam ini, sindrom putus obat dapat ditandai dengan:

  • meningkatnya kecemasan
  • insomnia
  • meningkatnya aktivitas sistem saraf pusat yang dapat berkembang menjadi kejang

Tingkatan gejala pada sindrom ini bisa saja berbeda-beda, tergantung pada individu dan dosis yang digunakan. Jika obat digunakan dalam dosis besar, kemudian dihentikan secara mendadak, maka gejala yang ditimbulkan biasanya akan lebih serius.

Apakah Nitrazepam berbahaya jika digunakan bersama obat lain?

Untuk tujuan terapi tertentu, seperti pemberian anestesi, Nitrazepam bisa saja dikombinasikan dengan obat lain untuk memberikan efek yang lebih baik. Namun, penggunaan nitrazepam bersama obat/zat-zat berikut dapat menyebabkan efek penekanan sistem saraf pusat/depresi yang berlebihan:

  • alkohol
  • analgetik opioid
  • antikonvulsan
  • golongan fenotiazin
  • antihistamin
  • antihipertensi
  • antidepresan trisiklik

Selain itu, dapat juga terjadi interaksi farmakokinetik dengan obat lain, seperti:

  • peningkatan kadar dan efek nitrazepam bila diberikan bersamaan dengan probenesid (salah satu obat untuk meningkatkan pengeluaran asam urat dari tubuh)
  • penurunan kadar dan efek nitrazepam bila diberikan bersamaan dengan rifampisin (salah satu obat antituberkulosis)

Amankah Nitrazepam jika digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?

Penggunaan Nitrazepam pada kehamilan dapat berbahaya bagi bayi, salah satunya menyebabkan terjadinya gejala putus obat pada bayi (jika digunakan pada akhir masa kehamilan).

Sementara itu, Nitrazepam juga dapat dikeluarkan melalui ASI, sehingga mempengaruhi bayi yang disusui. Pastikan berkonsultasi dengan dokter dan apoteker sebelum menggunakan obat apa pun selama kehamilan dan menyusui.

Demikian informasi mengenai Nitrazepam (Dumolid) yang dapat saya bagikan dalam kesempatan ini. Semoga kita lebih bijak lagi dalam menggunakan obat.

Artikel ini bukan pengganti konsultasi obat dengan apoteker.

Wallahu a’lam bish shawab.


Referensi:

Trevor, A.J., Way, W.L. 2012. Sedative-Hypnotic Drugs dalam Katzung, B.G., Masters, S.B., Trevor, A.J (eds). Basic and Clinical Pharmacology (12th ed.). McGraw-Hill.

Nitrazepam (PIO Nas)

Nitrazepam (MIMS)

Nitrazepam (UK Patient Information Leaflet)

Nitrazepam (Sandoz)

Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika

Undang-undang No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika

Advertisements

2 thoughts on “Mengenal Nitrazepam (Dumolid)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s