Yang Terpikirkan pada Hari Minggu Itu

Minggu lalu, saya menghabiskan pagi dengan menjelajahi jalan utama Bukittinggi. Ceritanya, maraton ala-ala. Maraton di sini bukanlah berlari sejauh 42 km, melainkan semacam jalan pagi yang kerap kali dilakukan secara santai. Tidak ada batasan jarak, sesuka hati saja.

Di Lapangan Kantin (Lapangan Wirabraja), saya melihat banyak orang. Ada yang berlari, main voli, senam, dan ada pula yang mengerumuni pedagang-pedagang di sisi luar lapangan. Kebanyakan pedagang yang saya lihat menjual makanan, entah itu makanan basah atau kering, modern atau tradisional. Ada pula yang menjual pakaian, permainan anak-anak (ya, ada odong-odong di sana), bahkan kosmetik. Yang terakhir ini menarik perhatian saya, bukan karena saya berminat membelinya, melainkan karena saya melihat betapa kosmetik dengan merek beraneka ragam mampu menarik kaum hawa, khususnya remaja yang membutuhkan kosmetik dengan harga terjangkau. Entah kosmetik yang mereka jajakan itu asli atau justru KW super, saya tak tahu. Saya sendiri tak bisa meyakinkan diri saya untuk membeli, bahkan melihat-lihat saja saya mengurungkan diri.

Setelah puas mengelilingi Lapangan Kantin, kami menyusuri Jl. Sudirman karena adik sepupu saya yang masih balita itu ingin ke Jam Gadang.Di sepanjang jalan, saya melihat bus-bus pariwisata melintas, anak-anak sekolahan bercengkrama dengan dialek Sumatera bagian Utara, dan orang-orang yang baru pulang dari ibadah Minggu di gereja. Saat tiba di simpang DPRD, adik saya itu bersorak “Inyak! Inyak!”. Dia kegirangan saat melihat patung Pak Hatta menjulang dari seberang jalan. Tidak puas hanya melihat dari kejauhan, dia pun berpose layaknya anak kecil yang manis, minta untuk diperhatikan dan dijepret. Sementara itu, saya termenung takzim, memperhatikan patung Pak Hatta yang sungguh tinggi, seakan hendak melihat penjuru Kota Bukittinggi dengan masyarakatnya yang tampak acuh tak acuh saja dengan sejarah negerinya sendiri. Saya teringat cerita salah seorang rekan yang mengajak dosennya mampir ke Monumen Bung Hatta. Setibanya di sana, dosennya yang seorang Guru Besar itu justru menghormat takzim pada Patung Bung Hatta. Saya tidak bisa mengalihkan pikiran saya dari cerita itu, bahkan foto yang sempat dia perlihatkan kepada saya pun seakan terbayang jelas. Tetap saja, saya tak cukup punya nyali untuk bisa melakukan penghormatan seperti itu. Maka saya hanya mematung sambil membaca petuah Pak Hatta yang tercetak jelas di atas pualam, satu demi satu.

Jam Gadang terasa lebih panas pagi itu, barangkali karena pohon-pohon peneduhnya telah habis ditebang untuk disulap menjadi air mancur menari. Kami melipir sejenak ke restoran Selamat yang termahsyur karena randang-nya. Saat kami tiba di sana, pegawai-pegawai restoran sibuk memasukkan potongan daging bergelimang bumbu rendang yang hitam pekat dan berminyak ke dalam plastik. Barangkali hendak dibawa ke tanah rantau, pengobat rindu urang awak yang lama tak pulang, apalagi tiket pesawat belakangan ini semakin mahal. Ah, tetapi tak perlu jauh-jauh. Saya yang nyaris seumur hidup di kampung pun sesekali rindu juga dengan kelezatan rendang Selamat.

Selepas makan, sembari menunggu ibu saya membayar seluruh pesanan kami, saya melihat tiga foto berbingkai di dinding restoran. Barangkali mereka adalah perintis restoran ini, berikut keturunannya. Namun, itu asumsi saya saja. Saya belum seberani itu untuk bertanya langsung, mengonfirmasi dugaan saya tersebut.

Kami pun pulang dengan perut terisi. Tapi, alih-alih jalan kaki, kami menumpang angkutan umum bernomor 14 di dekat Janjang Gudang. Setelah berjalan sedemikian jauh, wajar saja ingin mengistirahatkan kaki yang penat. Yang jelas, hari itu, untuk pertama kali setelah sekian lama, saya merasa santai, tak punya beban apa-apa. Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah yang menunjukkan saya jalan keluar dari masalah-masalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s