Menjelang Penghujung Ramadan 1440 H

Hujan mengguyur deras kampung halaman saya pada hari terakhir Ramadan tahun ini. Dengan cocokologi, bisa saja kita menganggap langit bersedih dengan kepergian Ramadan. Namun, saya tak ingin cocokologi di sini. Hujan atau tidak, teduh atau riuh, sudah takdirnya Ramadan undur diri setelah 30 hari melintas di hadapan kita.

Ramadan yang terasa berbeda

Ramadan ini bagi saya terasa berbeda. Meski sebagian besar saya habiskan di rumah, seperti tiga tahun sebelumnya, pada Ramadan ini, saya merasakan suasana baru. Semacam move on, kalau kata orang. Ya, mulai tahun ini, saya berpindah tugas ke Universitas Andalas, meski saya cuma datang ke kampus dua hari: pertama saat mengikuti rapat dan kedua, saat mengikuti penyerahan SK CPNS.

Hal lain yang berbeda adalah lingkaran teman-teman baru, mengikuti berpindahnya tempat kerja saya. Sebagian besar adalah perempuan, dengan latar belakang berbeda, tetapi kami sama-sama disatukan oleh basic keilmuan Farmasi. Berbeda dengan tempat saya sebelumnya, di mana lingkar terdekat saya justru sangat heterogen dengan komposisi gender nyaris seimbang dan latar belakang keilmuan berbeda-beda. Jelas butuh adaptasi dan proses pengenalan yang lebih dalam supaya saya bisa klik dengan teman-teman baru. Sejauh ini, alhamdulillah tidak sulit untuk berbaur dengan mereka.

Ramadan dan Momen Katarsis

Selama sebulan di rumah, saya banyak merenung karena tidak banyak kegiatan di luar rumah. Ada beberapa persoalan terkait masa transisi dari pekerjaan saya sebelumnya, seperti halnya juga persoalan terkait kehidupan sosial yang musti hiatus sementara. Perbedaan tempat kerja saya dengan teman-teman di kampus sebelumnya membuat saya agak loading kala berinteraksi dengan mereka. Awalnya saya merasa kurang nyaman juga. Namun, saya akhirnya sadar bahwa seperti halnya saya yang meninggalkan mereka, mereka pun meninggalkan saya dalam artian, mereka tetap menjalani rutinitas di kampus lama, sementara perjalanan saya di kampus itu terhenti sudah. Jadi, tak ada gunanya saya terlalu lama attached dengan hal-hal seperti itu, di saat saya pun harus fokus di tempat baru. Ada beberapa tanggung jawab yang mesti saya persiapkan di kampus baru, termasuk salah satunya persiapan studi lanjut yang tertunda beberapa bulan karena saya fokus dengan seleksi CPNS 2018. Mudah-mudahan Allah memberkahi dan memudahkan prosesnya.

Selain itu, masalah-masalah yang dialami teman saya di kampus lama membuat saya menyadari peran keikhlasan dan rasa syukur dalam hidup. Beberapa teman saya akhirnya mengundurkan diri karena merasa tidak sesuai dengan beberapa hal di kampus tersebut. Mereka bahkan tak terlalu mengkhawatirkan tempat mendarat baru karena merasa yakin dengan keputusan mereka. Semoga Allah pun memberikan tempat baru untuk mencari rezeki bagi teman-teman saya tersebut, yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Saya seperti diingatkan untuk bersyukur, bukan karena merasa lebih beruntung, melainkan karena Allah menakdirkan saya untuk berada di tempat saat ini.

Setelah Ramadan, Apa Lagi?

Ramadan adalah kesempatan yang baik bagi umat Islam untuk melatih diri. Beribadah, menjaga diri dari godaan nafsu, hingga beramal bagi sesama. Setelah Ramadan, tentunya kebiasaan baik ini harus dipertahankan, jika perlu ditingkatkan.

Bagi saya, insya Allah setelah Ramadan akan menjalani kehidupan sebagai dosen di kampus almamater dengan jadwal yang lebih terkawal dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Dengan nuansa dan suasana yang berbeda dari tempat sebelumnya, yang notabene di bawah yayasan Islam, saya berharap dapat meneruskan semangat Ramadan itu kelak.

Sebagai penutup, saya mohon maaf lahir batin kepada pembaca blog ini. Taqabbalallahu minna wa minkum.

Selamat Hari Raya Idul Fitri!

 

 

5 thoughts on “Menjelang Penghujung Ramadan 1440 H

  1. selamat lebaran sobat blog akuuuh. semoga tahun depan ketemu ramadhan lagi yaaa. semangat di tempat baruu, di kerjaan baruu. btw, ku juga cnps angkatan ini, jadi let’s fight. we can do this!! 💪💪

    Like

  2. Mohon maaf lahir dan batin Kak Ami…
    Kita mungkin akan sering papasan jalan nih Kak kalau Kakak aktif di UNAND 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s