Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini [2020]

Sabtu lalu, saya menyempatkan diri untuk menonton film yang diangkat dari buku berjudul sama ini. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) mengisahkan kehidupan keluarga Narendra dengan tiga anak: Angkasa, Aurora, dan Awan. Angkasa anak tertua, Aurora anak tengah, dan Awan anak bungsu. Masing-masing punya karakteristik yang berbeda, ditambah lagi dengan karakter orang tua yang berbeda dan perjuangan hidup yang berbeda pula. Kurang lebih dari sanalah perguliran kisah dalam film ini dimulai. Saya tidak membahas film ini secara detail, tetapi hanya akan berfokus pada kesan yang saya tangkap secara pribadi saja.

Bagi saya, film ini mengena sekaligus terlalu ngalir. Mengena karena siapa yang tidak tersentuh dengan kisah keluarga dengan segala pasang surutnya? Bagi saya yang anak sulung, langsung relate dengan posisi Angkasa dan segala tanggung jawabnya. Tanggung jawab Angkasa sebagai anak tertua, laki-laki pula, digambarkan begitu berat dan tidak habis-habisnya, bahkan ketika adik-adiknya sudah menginjak dewasa dan dia sendiripun hendak memulai kehidupan baru, sehingga butuh ruang sendiri juga. Aurora yang sebagai anak tengah, saya bisa paham sulitnya untuk bertahan dengan perasaan tidak dianggap, sehingga ada dorongan untuk lepas dan membuktikan diri. Saya salut dengan keteguhan Aurora untuk berkarya dan merintis jalan sebagai seniman (perupa, saya rasa?), meski hubungannya dengan keluarga justru dingin. Di sisi lain, Awan, si anak bungsu yang selalu paling disayang dan diperhatikan, selalu dipilihkan ‘jalan terbaik’ sehingga dia justru berusaha untuk ‘menjadi dewasa sepenuhnya’ dan lepas dari aturan-aturan sang Ayah. Interaksi antar tokoh di dalam keluarga dan di luar keluarga (ya, ada Lika, kekasih Angkasa; dan Kale, teman baru Awan, yang menawarkan dunia yang lebih luas dari keluarga mereka). Secara umum, NKCTHI menarik dan hangat, saya rasa, tetapi…

Tetapi, sebagai sebuah film, saya merasakan dualisme saat menonton film ini (dan film-film lain). Sebuah film drama, slice of life, seyogianya terasa dan terlihat alamiah, tetapi cukup menghentak penonton. Terlepas dari musik dan sinematografi yang juara (saya rasa pembaca perlu menonton sendiri bagaimana keduanya menjadi elemen yang patut dibanggakan dalam film ini), dialog-dialog antar tokoh terkadang terasa sangat ‘buku’, alias indah dibaca tetapi kurang mengalir ketika didengar. Yah, memang tidak salah karena film ini diadaptasi dari buku, tetapi ada beberapa momen ketika quote dari buku digunakan pada momen yang kurang pas. Saya sendiri lupa adegannya apa. Di sisi lain, film ini mengena, tetapi kurang menghentak. Saya terharu pada beberapa adegan, tetapi sedikit sekali momen yang punya intensitas tinggi, sehingga meninggalkan kesan mendalam selepas menonton.

Secara keseluruhan, NKCTHI ini baik untuk ditonton untuk menyegarkan kembali ingatan kita tentang keluarga, tentang orang tua, tentang saudara, tentang bagaimana kita tumbuh dan dibesarkan. Ada beberapa pelajaran mengenai pengasuhan yang bisa ditangkap dari film ini, seperti tentang perlunya membiarkan anak merasakan kesulitan dalam hidup, tentang pentingnya aturan-aturan disampaikan dengan baik tanpa membuat anak terkekang (yang berujung pada rasa penasaran yang bablas), dan tentang pentingnya memperhatikan masing-masing anak dengan adil. Anak pun demikian, ada hal-hal yang justru baru bisa dipahami setelah dewasa, sehingga jangan telanjur menyalahkan orang tua sebelum kita bisa mengetahui duduk permasalahannya dengan baik. Sinematografi dan musiknya pun betul-betul diramu dengan pas. Dialog-dialognya banyak yang quotable. Akting para pemerannya mantap. Namun, bagi pembaca yang butuh film yang menghentak dan meninggalkan kesan mendalam hingga beberapa jam atau beberapa hari setelahnya, saya rasa bukan NKCTHI ini yang paling pas. Yah, ini menurut saya saja.

 

One thought on “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini [2020]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s