Bicara (Lagi) Tentang Pendidikan

Hari ini cukup selo, sehingga saya bisa istirahat siang untuk pertama kalinya sejak beberapa minggu aktif bertugas di kampus. Setelah Ashar, saya teringat dengan podcast bertajuk ‘Sekolah Seni dan Sains’ yang diisi oleh Iqbal Hariadi dan Barry Mikhael dari Erudio School of Art & Science. Podcast ini cukup panjang sebenarnya, dengan durasi kurang lebih 1 jam 18 menit. Secara keseluruhan, podcast ini cukup menarik, terutama karena saya suka temanya, meski di beberapa bagian terkesan draggy. Barangkali karena saya agak tidak sabar menunggu Maghrib.

Oke, jadi podcast ini bicara tentang apa, sih, sebenarnya?

Continue reading “Bicara (Lagi) Tentang Pendidikan”

Panggilan Jiwa

sunset-2451905_1920

Tadi pagi, alhamdulillah saya beserta dua orang rekan kerja mendapat kesempatan untuk menghadiri acara silaturahmi dengan pimpinan Kopertis Wilayah X. Dalam acara tersebut, ada banyak hal yang beliau (Koordinator Kopertis Wilayah X) sampaikan, tetapi intinya adalah pentingnya meningkatkan kualitas sebagai seorang tenaga pendidik (awalnya saya salah baca judul pada slide; saya kira tenaga kependidikan, yang mana kurang relevan dengan pekerjaan saya). Barangkali hal ini tak lebih dari petuah klise. Saya pun tak memungkiri hal itu karena pada beberapa kesempatan, saya kerap mendengar para pakar menyeru dosen untuk meningkatkan kualitas mereka.

Namun, mengapa dosen harus meningkatkan kualitas mereka?

Continue reading “Panggilan Jiwa”

Pendidikan Tinggi Farmasi, Mau Dibawa Ke mana?

auditorium-2488359_1920

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Judulnya seakan serius, tetapi mohon maaf jika nanti tulisan ini terkesan acak dan melompat-lompat karena saya ingin berbagi kegelisahan saja di sini. Sebagai seseorang yang berlatar belakang pendidikan di bidang Farmasi dan kini malah ditakdirkan menceburkan diri di bidang pendidikan, isu ini membuat saya gelisah sejak lama, tetapi semakin menguat intensitasnya belakangan ini. Saya juga bukan orang yang mampu menentukan kebijakan mengenai pendidikan farmasi di negara ini, hanya saja saya khawatir dengan arah pendidikan farmasi di Indonesia ini nantinya.

Continue reading “Pendidikan Tinggi Farmasi, Mau Dibawa Ke mana?”

Tentara vs Pandu: Pola Pikir Siapakah yang Lebih Baik?

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Julia Galef, seorang pakar pengambilan keputusan, membahas topik tersebut dalam sesi TED Talks bertajuk Why you think you’re right, even when you’re wrong. Sebelum membahas manakah yang lebih baik antara keduanya, kita perlu mengulas sedikit mengenai definisi tentara dan pandu. Tentara adalah seseorang yang penuh semangat dan melakukan apa pun untuk membela diri sendiri dan kelompoknya serta melawan musuh. Di sisi lain, pandu merupakan seseorang yang punya rasa keingintahuan tinggi, senang menjelajah dan melakukan apa pun untuk memastikan informasi yang diterimanya akurat.Sekarang, bagaimana jika tentara dan pandu adalah sebuah istilah untuk menggambarkan pola pikir? Ada yang disebut pola pikir tentara, ada pula yang dinamakan pola pikir pandu. Lantas, apakah yang membedakan keduanya?

Continue reading “Tentara vs Pandu: Pola Pikir Siapakah yang Lebih Baik?”

Bukan Masalah Kemauan, Melainkan Masalah Akses

Cka1UjcVEAIoFPo

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Judul di atas terbetik di pikiran saya saat mengikuti sesi Roadshow Sastra Perjuangan yang diadakan dalam rangka Minang Book Fair 2017 di Padang (27/2). Saat itu, salah seorang peserta mengajukan pertanyaan mengenai budaya membaca yang rendah. Beliau adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan. Di sela-sela kesibukannya, beliau mengajak rekan-rekannya untuk giat membaca dan mengulas buku. Namun sayang, harapan beliau tidak sesuai dengan harapan. Bahkan sedihnya, dari sekian buku yang beliau pinjamkan, beberapa di antaranya tidak kembali lagi.

Continue reading “Bukan Masalah Kemauan, Melainkan Masalah Akses”