Reflecting on Religious Tolerance in Indonesia

Indonesian Muslims attend an Eid al-Adha

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

After reading recent news from US (and more recently, Canada), I found that some Indonesians challenge the majority (read: Muslims) of this country to be more tolerant. They thought that if non-Muslims in both of North American countries could stand up for Muslims, Indonesian Muslims should do so, instead of just whining and playing as victims.

When I found some tweets addressing this issue, I gasped. I felt that they could make situation worse by stating their opinions in cynical tone. Thus, as an Indonesian Muslim, I have something to tell to you, dear readers. Based on the topic, I would like to focus on religious tolerance in Islam and the situations regarding that issue in Indonesia.

Continue reading “Reflecting on Religious Tolerance in Indonesia”

Jangan Lupakan Tahun Hijriah

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menyimak ceramah dari salah seorang ustadz. Kalau tidak salah, waktu itu belum masuk tahun 1437 H. Beliau mengatakan bahwa banyak umat Islam yang tidak mengenal penanggalan Hijriah. Hal yang patut disayangkan karena penanggalan ini umumnya hanya digunakan di institusi-institusi Islami. Padahal sebenarnya, penanggalan Hijriah ini sangat bermanfaat bagi umat Islam. Continue reading “Jangan Lupakan Tahun Hijriah”

Kehidupan Dunia Hanyalah Kesenangan yang Menipu

dried-87705_1280

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

 

( 20 )   Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

 

( 21 )   Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

 

( 22 )   Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

 

( 23 )   (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,

 

( 24 )   (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

 

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

 

(QS Al-Hadiid: 20-24)