Saat Penjelajahan Berbuah ‘Penjajahan’

… Bukan kebetulan pula, kedua kata ini dalam kamus bahasa Indonesia adalah sinonim. Kita, yang dengan bangga menyebut diri sebagai penjelajah, pada hakikatnya juga adalah penjajah. Kita, bertopeng sebagai traveler atau backpacker yang menjanjikan kemakmuran ekonomi bagi mereka, sebenarnya adalah juga imperialis yang berdalih menikmati surga di bumi dengan harga yang murah meriah.

Turisme telah menjadikan tempat-tempat sebagai “atraksi”: “where to go” dan “what to see“, bagaikan kebun binatang manusia, dengan semua kandang menampilkan eksotisme masing-masing. Tradisi yang paling mati dihidupkan, yang hidup dikemas ulang supaya jadi yang paling memikat, biarpun palsu yang penting laku, “dijual” sebagai komoditas, dilempar ke pasaran turisme global. Para turis memilih-milih, paket mana yang paling memincut hati.

(Agustinus Wibowo dalam Titik Nol, halaman 182)

Continue reading “Saat Penjelajahan Berbuah ‘Penjajahan’”

Yuk, ke Pantai Sasak!

Credit: http://pasamanbarat.com/daerah-wisata/pantai-sasak/
Credit: http://pasamanbarat.com/daerah-wisata/pantai-sasak/

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Bicara soal tempat wisata favorit, saya punya kriteria tersendiri. Salah satunya adalah pantai yang menyadarkan saya bahwa bumi tak melulu daratan dan air tak selalu tawar. Berkunjung ke pantai juga memberi kesempatan untuk menikmati pemandangan istimewa di sore hari, saat matahari hendak terbenam. Continue reading “Yuk, ke Pantai Sasak!”